Makassar – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menyelenggarakan Musyawarah Qabilah ke-XI Dewan Kerabat Hizbul Wathan (HW) Masa Bakti 2025–2026 pada Kamis–Jumat, 13–14 Rabiul Akhir 1448 H/24–25 September 2026 M. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus menyiapkan regenerasi dan arah gerak Dewan Kerabat Hizbul Wathan di lingkungan pesantren.

Kegiatan Musyawarah Qabilah dibuka secara langsung oleh Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I. Kehadiran Direktur sekaligus membuka secara resmi rangkaian musyawarah yang menjadi bagian dari proses kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan anggota Hizbul Wathan.

Musyawarah Qabilah ke-XI menjadi ruang bagi anggota dan kader Hizbul Wathan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama Masa Bakti 2025–2026, menyampaikan laporan pertanggungjawaban, serta merumuskan arah dan program kerja organisasi untuk periode berikutnya. Forum ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para kader untuk memahami proses permusyawaratan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan secara bersama.

Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dengan antusias. Musyawarah tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kader melalui nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi bagian penting dalam pendidikan kepanduan Hizbul Wathan.

Pelaksanaan Musyawarah Qabilah juga menjadi momentum regenerasi untuk memastikan keberlanjutan kaderisasi Hizbul Wathan di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin. Melalui proses musyawarah, kader diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan potensi, serta mengambil peran dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Dengan terlaksananya Musyawarah Qabilah ke-XI ini, diharapkan lahir kepengurusan dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan kader serta semakin memperkuat eksistensi Hizbul Wathan sebagai wadah pembinaan kepanduan di lingkungan pesantren. Semangat musyawarah diharapkan menjadi bekal bagi para kader untuk terus tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, berakhlak, disiplin, dan berkemajuan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *