Makassar – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Periode 2025/2026 yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 10–11 September 2026. Mengangkat tema “Dari Evaluasi Menuju Transformasi, Dari Regenerasi Menuju Prestasi,” kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader IPM untuk melakukan refleksi perjalanan organisasi sekaligus menyiapkan langkah transformasi dan regenerasi kepemimpinan.

Musyran menjadi forum permusyawaratan bagi kader IPM untuk mengevaluasi berbagai program dan aktivitas organisasi selama satu periode kepengurusan. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta hal-hal yang perlu diperbaiki agar organisasi dapat bergerak lebih adaptif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi santriwati dan lingkungan pesantren.

Mengusung semangat “Dari Evaluasi Menuju Transformasi”, para kader didorong untuk tidak berhenti pada proses evaluasi, tetapi mampu menerjemahkan hasil evaluasi menjadi gagasan dan gerakan baru. Transformasi organisasi diharapkan dapat diwujudkan melalui program-program yang inovatif, relevan dengan kebutuhan pelajar, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Muhammadiyah.

Sementara itu, semangat “Dari Regenerasi Menuju Prestasi” menegaskan bahwa proses pergantian dan kaderisasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam keberlangsungan IPM. Regenerasi tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai proses menyiapkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta membawa organisasi menuju pencapaian yang lebih baik.

Selama dua hari pelaksanaan, Musyran menjadi ruang pembelajaran bagi para santriwati dalam mengembangkan kemampuan bermusyawarah, menyampaikan pendapat, menyusun gagasan, mengambil keputusan, serta membangun kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk kader pelajar yang memiliki keberanian untuk memimpin sekaligus mampu bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.

Antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian Musyran menunjukkan kuatnya semangat kaderisasi IPM di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin. Kebersamaan yang terbangun juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah antarkader dan menciptakan iklim organisasi yang sehat, produktif, serta berorientasi pada pengembangan potensi santriwati.

Melalui Musyran IPM Periode 2025/2026, Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin berharap lahir kepemimpinan pelajar yang lebih progresif, kreatif, berintegritas, dan berprestasi. Dari evaluasi lahir transformasi, dari regenerasi tumbuh prestasi—menjadi semangat untuk terus menguatkan IPM sebagai wadah kaderisasi pelajar puteri yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *