MAKASSAR – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan mengukir sejarah baru dengan menggelar study tour internasional perdana bagi para santriwati kelas XI SMA dan MA.

Kegiatan yang diikuti 36 santriwati ini berlangsung selama lima hari, mulai Selasa – Sabtu (5–9 Mei 2026) dengan menyasar dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I., menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis pesantren dalam memberikan wawasan global bagi santriwati.

“Kegiatan ini merupakan perdana kita lakukan. Kami ingin santriwati tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki cakrawala berpikir internasional dan mampu beradaptasi dengan kemajuan peradaban global luar negeri,” ujar Masriwaty Malik, Sabtu (9/5/2026).

Masriwaty menyebut bahwa maksud dari kegiatan study tour internasional ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) di luar lingkungan pondok pesantren dengan mengunjungi berbagai pusat peradaban, pendidikan, dan kebudayaan di mancanegara.

Ia pula menambahkan bahwa study tour ini sebagai penguatan kemampuan bahasa asing dan juga studi banding sistem pendidikan (visiting campus).

“Mengunjungi universitas-universitas terkemuka untuk menumbuhkan minat dan motivasi santriwati dalam melanjutkan pendidikan tinggi di tingkat internasional, serta menjalin jejaring (networking) dengan lembaga pendidikan luar negeri,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Badan Pembina Ummul Mukminin Prof. Hj. St. Aisyah Kara, MA.,Ph.D menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan study tour internasional yang kali perdana dilakukan.

“Walau perdana, hal ini memberikan ruang bagi santriwati kita untuk melakukan akselerasi wawasan keilmuan yang menyeluruh,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap dengan kegiatan ini para santriwati bisa menambah pengalaman belajarnya.

“Santriwati kita banyak belajar perkembangan global, pertukaran budaya, ukhuwah, hingga belajar sejarah peradabaan Islam,” ungkapnya.

Terpisah disampaikan, Ketua Rombongan Rihlah Internasional Rahmawati S. Pd., M. Pd., Gr menjelaskan bahwa kegiatan rihlah Internasional yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin berlangsung khidmat dengan sukses selama 5 hari.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan santriwati mengenai dunia pendidikan, budaya, dan wisata di dua negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia,” tuturnya.

Dalam perjalanan ini, rombongan santriwati dan Para Pendamping memulai perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura.

“Selama di Singapura, rombongan mengunjungi kampus Universitas Nasional Singapura (NUS), salah satu universitas terkemuka di dunia, serta mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Taman Merlion, Universal Studios Singapura, dan Jalan Bugis untuk berbelanja. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga memperkenalkan santri pada lingkungan pendidikan dan perkembangan kota metropolitan Singapura,” tambahnya.

Setelah dari Singapura, rombongan kembali ke Kuala Lumpur dan melanjutkan kunjungan ke kampus-kampus ternama di Malaysia, antara lain Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Internasional Islamic Universitas Malaysia (IIUM). Kunjungan ke kampus-kampus ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sistem pendidikan tinggi di Malaysia dan memotivasi santriwati untuk terus berprestasi dalam pendidikan.

Selain kunjungan ke kampus, kegiatan rihlah ini juga diisi dengan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan tempat wisata populer.

Diantaranya adalah Perbukitan Genting yang dinikmati dengan naik kereta gantung, Pusat Al-Qur’an Nasyrul Qur’an di Putrajaya, Masjid Putra, Dataran Putra, Istana Perdana Menteri, dan Tasik Putra. Rombongan juga mengunjungi Menara Berkembar Petronas, Dataran Merdeka, Istana Negara, serta mengunjungi Pabrik Cokelat Beryl’s untuk melihat proses pembuatan produk cokelat khas Malaysia.

Selama perjalanan, peserta juga melaksanakan ibadah sholat sesuai waktu yang ditentukan, menjaga ketertiban, dan mematuhi aturan yang berlaku di masing-masing negara.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antar santriwati dan memperluas wawasan budaya serta pengetahuan umum,” harap Rahmawati.

Kegiatan rihlah internasional ini ditutup pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, dengan kembalinya rombongan ke Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif yang besar bagi santriwati, baik dari segi pengetahuan, pengalaman, maupun pengembangan karakter. Diharapkan pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal bagi santriwati untuk terus berkembang dan berkontribusi positif di masyarakat,” tutup Rahmawati yang juga Kepala SMA Ummul Mukminin. (*)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *