Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan melalui kegiatan penamatan santriwati tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 186 santriwati resmi ditamatkan setelah menyelesaikan proses pendidikan di lingkungan pesantren dengan berbagai prestasi akademik maupun keagamaan.

Kegiatan penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan, Jajaran Pemerintah tingkat Provinsi maupun Kota, Kiyai Pondok, Badan Pembina, jajaran pimpinan, guru, serta karyawan Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan.

Selain berhasil menamatkan ratusan santriwati, Ummul Mukminin juga mencatat prestasi membanggakan dengan banyaknya lulusan yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur seleksi nasional dan prestasi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi muslimah yang unggul dalam bidang akademik sekaligus berkarakter Islami.

Di bidang tahfidz Al-Qur’an, sebanyak 26 santriwati berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan Al-Qur’an yang terus dikembangkan oleh pesantren dalam mencetak kader ulama perempuan dan generasi Qur’ani berkemajuan.

Dalam sambutannya, pihak pondok menyampaikan bahwa keberhasilan para santriwati tidak terlepas dari kerja sama antara guru, musyrifah, orang tua, dan lingkungan pesantren yang terus mendukung proses pembinaan akademik maupun spiritual para santriwati.

Momentum penamatan ini tidak hanya menjadi akhir dari masa pendidikan di pesantren, tetapi juga menjadi awal perjalanan para alumni untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an, para alumni diharapkan mampu menjadi generasi perempuan Islam yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *